Tema
Peribahasa Jepang tentang Hubungan Sosial
Peribahasa Jepang tentang hubungan membahas kepercayaan, kewajiban, jarak, konflik, dan cara orang saling memengaruhi. Kumpulan ini membantu pembaca melihat sisi sosial sebuah nasihat sebelum memakainya.
Halaman 3 dari 3 menampilkan entri 97-105. Mulai dari halaman pertama untuk melihat daftar dari awal.
Kembali ke halaman pertamaPeribahasa Jepang: Hubungan Sosial
Menampilkan 97-105 dari 105 entri // Halaman 3 dari 3
以心伝心
ishin denshinSaling memahami pikiran dan perasaan satu sama lain secara sempurna tanpa perlu kata-kata.
十人十色
juunin toiroSetiap orang memiliki pemikiran, selera, dan kepribadian yang berbeda-beda.
飼い犬に手を噛まれる
kaiinu ni te o kamareruMenjadi korban pengkhianatan atau dirugikan secara tak terduga oleh bawahan atau seseorang yang telah diasuh dan diperlakukan dengan baik.
子はかすがい
ko wa kasugaiKehadiran anak berfungsi sebagai pengikat yang menyatukan suami dan istri.
情けは人のためならず
nasake wa hito no tame narazuKebaikan yang diberikan kepada orang lain pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri.
朱に交われば赤くなる
shu ni majiwareba akaku naruOrang dipengaruhi oleh teman dan lingkungan sekitar mereka, baik secara positif maupun negatif.
蓼食う虫も好き好き
tade kuu mushi mo sukizukiSelera dan preferensi setiap orang berbeda-beda, dan selera tidak dapat diperdebatkan.
嘘も方便
uso mo hobenTerkadang kebohongan adalah sarana yang diperlukan untuk mencapai hasil yang baik atau menghindari bahaya.
渡る世間に鬼はない
wataru seken ni oni wa naiDunia tidak hanya berisi orang jahat; selalu ada orang baik yang menolong saat sulit.