01
Cari dari bentuk yang kamu temui
Mulai dari kanji, kana, romaji, arti, atau padanan yang sudah terasa akrab.
Kotowaza, idiom, dan ungkapan bijak
Cari peribahasa Jepang lewat kanji, kana, romaji, arti, tema, situasi, atau padanan peribahasa Indonesia yang terasa akrab.
Korpus Publik
514
Entri yang sudah ditinjau siap dicari, dibaca, dan dibagikan.
Pengantar
Kotowaza (諺) adalah peribahasa dan pepatah tetap dalam bahasa Jepang yang merangkum nasihat, pengamatan, atau pelajaran hidup dalam bentuk singkat.
Memahami kotowaza membantu pembaca menangkap makna kiasan, nada, dan arah pesannya, bukan hanya arti kata per kata.
01
Mulai dari kanji, kana, romaji, arti, atau padanan yang sudah terasa akrab.
02
Setiap entri menyorot makna, gambaran harfiah, dan konteks pemakaian yang relevan.
03
Padanan peribahasa ditinjau per bahasa supaya perbandingan terasa alami bagi pembaca halaman ini.
Peribahasa yang cocok untuk menyemangati seseorang.
Peribahasa yang cocok untuk memperingatkan seseorang.
Peribahasa yang cocok untuk menjelaskan kegagalan.
Peribahasa yang cocok untuk memuji usaha.
Peribahasa yang cocok untuk mengkritik kecerobohan.
Rute Awal
Mulai dari peribahasa yang paling mewakili gambar, pelajaran, dan nuansa yang sering dicari pembelajar saat mengenal kotowaza Jepang.
Bangkit kembali tidak peduli berapa kali pun gagal.
Hargai setiap pertemuan sebagai kesempatan sekali seumur hidup.
Bahkan seorang ahli pun bisa melakukan kesalahan di bidang keahliannya sendiri.
Lebih memilih kegunaan praktis dan substansi daripada keindahan estetika atau penampilan
Ketekunan membuahkan hasil; bahkan batu yang dingin pun akan menjadi hangat jika diduduki cukup lama.
Mereka yang menonjol atau unggul akan iri, dihalangi, atau dikritik oleh orang lain.
Mendapatkan dua atau lebih keuntungan dari satu tindakan atau usaha.
Menuai konsekuensi dari perbuatan sendiri.
Kesulitan atau konflik membawa fondasi yang lebih stabil dan kuat dari sebelumnya.
Anak-anak pasti menyerupai orang tuanya dalam karakter, kemampuan, dan gaya hidup.
Setiap orang memiliki pemikiran, selera, dan kepribadian yang berbeda-beda.
Sekali dilakukan, tidak bisa ditarik kembali.
Pembaruan
Lihat entri yang baru ditinjau atau diperbarui dalam korpus publik, lalu lanjutkan ke halaman detail untuk makna, nuansa, dan padanan per bahasa.
akuen chigiri fukashi
Hubungan yang tidak diinginkan atau berbahaya berakar kuat dan sulit diputuskan.
aori o kuu
Menderita dampak negatif atau kerugian akibat peristiwa yang disebabkan pihak lain atau faktor eksternal.
bassei no ono
Metafora untuk godaan atau keburukan yang menghancurkan bakat alami atau sifat baik seseorang.
hakko hi o tsuranuku
Pertanda alam yang menandakan perang, bencana, atau bahaya besar bagi seorang penguasa.
hi no kieta mawaridouro
Metafora untuk sesuatu yang tadinya ramai tiba-tiba kehilangan vitalitasnya dan menjadi sunyi atau sepi.
iro wa shian no hoka
Perasaan cinta romantis dapat membuat seseorang bertindak di luar nalar dan logika.
chochin mochi wa saki ni tate
Pemimpin harus mengambil inisiatif dan memberikan contoh secara langsung.
daiin wa choshi ni kakuru
Pertapa sejati tidak perlu mengasingkan diri ke gunung, tetapi tetap tenang meski di tengah keramaian kota.
aa ieba kou iu
Selalu punya jawaban atau alasan alih-alih mendengarkan ucapan orang lain.
abata mo ekubo
Cinta itu buta; kekurangan seseorang tampak sebagai kelebihan di mata orang yang mencintainya.
APPENDIX A.
Ringkasan singkat ini membantu pembaca memahami cara kerja kotowaza sebagai peribahasa Jepang.
Kotowaza (諺) adalah peribahasa atau ungkapan tetap dalam bahasa Jepang yang merangkum nasihat, pengamatan, atau pelajaran hidup dalam bentuk singkat.
Yojijukugo adalah ungkapan empat kanji. Sebagian, seperti 一石二鳥, juga berfungsi sebagai kotowaza karena menyampaikan pelajaran atau pengamatan umum. Namun banyak yojijukugo lain, seperti 試行錯誤, hanyalah ungkapan ringkas dengan makna tertentu, bukan peribahasa.
Kotowaza biasanya membawa pesan umum atau pelajaran yang bisa berdiri sebagai nasihat, sedangkan idiom sering hanya berfungsi sebagai ungkapan makna tertentu di dalam kalimat.
Kotowaza sering memakai gambaran konkret, hewan, alam, atau benda sehari-hari untuk menyampaikan makna kiasan yang lebih mudah diingat.
Penting untuk memahami gambaran dasarnya, tetapi makna pakailah yang menentukan kapan kotowaza itu terasa tepat.
Tidak selalu. Banyak yang hanya dekat secara pesan, sementara citra, nada, dan konteks budayanya bisa berbeda.
Sebagian masih cukup dikenal dan dipakai, tetapi tingkat kealamian dan kecocokannya bergantung pada konteks, nada, dan siapa lawan bicara.