Peribahasa / Kotowaza
悪縁契り深し
Hubungan yang tidak diinginkan atau berbahaya berakar kuat dan sulit diputuskan.
Ikatan nasib buruk itu dalam.
Jawaban Singkat
Hubungan yang tidak diinginkan atau berbahaya berakar kuat dan sulit diputuskan.
- Gambaran Harfiah
- Ikatan nasib buruk itu dalam.
- Cara Memakai
- Digunakan ketika mendeskripsikan hubungan yang terus berlanjut namun tidak diinginkan, seperti berulang kali bertemu seseorang yang ingin dihindari atau tidak bisa lepas dari kelompok negatif.
Arti
Peribahasa ini mengungkapkan gagasan bahwa hubungan negatif yang ingin diakhiri terikat lebih kuat daripada hubungan positif. Ini menunjukkan bahwa ikatan tersebut tidak mudah diputus meskipun ada niat untuk mengakhirinya, seolah-olah ditakdirkan untuk bertahan.
Gambaran Harfiah
Ikatan nasib buruk itu dalam.
Cara Memakai
Digunakan ketika mendeskripsikan hubungan yang terus berlanjut namun tidak diinginkan, seperti berulang kali bertemu seseorang yang ingin dihindari atau tidak bisa lepas dari kelompok negatif.
Nuansa
Reflektif dan agak pasrah, dapat digunakan dalam konteks negatif atau sinis.
Contoh
縁を切ったはずの相手と取引先で再会した。悪縁契り深しとはこのことだ。
Saya bertemu kembali dengan seseorang di kantor klien yang saya pikir sudah saya putus hubungannya. Inilah yang dimaksud dengan 'ikatan buruk berakar dalam'.
悪縁契り深しで、別れたはずの相手と何度も顔を合わせる羽目になった。
Karena ikatan buruk yang dalam, saya akhirnya bertemu berulang kali dengan mantan pasangan saya.
ギャンブル仲間とは悪縁契り深しか、結局また誘われてしまう。
Mungkin karena ikatan buruk itu dalam, tetapi akhirnya saya diajak pergi lagi oleh teman-teman judi saya.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Menggunakan akhiran kata sifat klasik '-shi' (fukashi) dan kosakata khusus yang dipengaruhi ajaran Buddha (akuen, chigiri).
悪縁
あくえん / akuen
hubungan buruk; nasib jahat
契り
ちぎり / chigiri
ikatan; janji; sumpah
深し
ふかし / fukashi
dalam (bentuk klasik)
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Menggunakan ini tentang hubungan saat ini bisa sangat menghina karena menyiratkan bahwa hubungan tersebut 'jahat' atau berbahaya.
Risiko Keliru
Jangan gunakan ini untuk menggambarkan persahabatan yang dalam dan positif; ini secara khusus merujuk pada hubungan yang negatif atau yang ingin diputus.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Ungkapan ini berdasarkan konsep Buddha tentang 'en' (hubungan) dan 'karma,' di mana hubungan antara orang-orang dipandang sebagai ikatan yang berasal dari kehidupan sebelumnya. Ini menggambarkan pengalaman manusia tentang bagaimana hubungan negatif bertahan dengan gigih, diungkapkan melalui pandangan dunia Buddha. Ungkapan ini telah digunakan dalam masyarakat Jepang sejak periode abad pertengahan.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.