Peribahasa / Kotowaza
自業自得
Menuai konsekuensi dari perbuatan sendiri.
Karma sendiri, perolehan sendiri
Jawaban Singkat
Menuai konsekuensi dari perbuatan sendiri.
- Gambaran Harfiah
- Karma sendiri, perolehan sendiri
- Padanan Terdekat
- Siapa menabur angin akan menuai badai.
- Cara Memakai
- Digunakan ketika seseorang menderita hasil negatif karena tindakan mereka sendiri, terutama setelah mengabaikan nasihat. Ini membawa nuansa kritis, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak punya siapa pun untuk disalahkan selain diri mereka sendiri.
Arti
Merujuk pada menerima balasan atau hukuman dari perilaku sendiri. Meskipun awalnya merujuk pada konsekuensi baik maupun buruk, dalam penggunaan modern istilah ini terutama digunakan untuk menderita hasil negatif dari kesalahan atau perilaku buruk sendiri. Ungkapan ini menekankan bahwa tanggung jawab atas kesulitan saat ini terletak pada perbuatan masa lalu diri sendiri.
Gambaran Harfiah
Karma sendiri, perolehan sendiri
Padanan Peribahasa
Siapa menabur angin akan menuai badai.
Berfokus pada konsekuensi buruk dari perbuatan buruk.
Padanan Inggris
You reap what you sow.
What goes around comes around.
You made your bed, now lie in it.
Cara Memakai
Digunakan ketika seseorang menderita hasil negatif karena tindakan mereka sendiri, terutama setelah mengabaikan nasihat. Ini membawa nuansa kritis, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak punya siapa pun untuk disalahkan selain diri mereka sendiri.
Nuansa
Peribahasa ini dapat digunakan dengan nada kritis atau peringatan saat menunjukkan konsekuensi negatif.
Contoh
周囲の忠告を無視して暴飲暴食を続けた結果、体調を崩したのは自業自得だ。
Sakit yang dideritanya akibat terus makan dan minum berlebihan meski telah mengabaikan nasihat orang-orang di sekitarnya adalah akibat dari perbuatannya sendiri.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Menggunakan senyawa kanji formal yang berasal dari ajaran Buddha. Tatabahasanya adalah struktur empat karakter yang lugas, tetapi memerlukan pemahaman tentang konsep Buddhis spesifik tentang 'karma'.
自
じ / ji
diri sendiri / milik sendiri
業
ごう / gou
tindakan / perbuatan / karma
得
とく / toku
perolehan / manfaat / hasil
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Hindari menggunakan ini untuk menghibur seseorang; ini terdengar tidak simpatik dan menyalahkan mereka.
Risiko Keliru
Meskipun karakter harfiahnya memungkinkan hasil positif, penutur bahasa Jepang modern hanya menggunakan istilah ini untuk konsekuensi negatif.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Ungkapan ini berasal dari kitab suci agama Buddha. Istilah 'go' (業) merujuk pada tindakan manusia, yang berasal dari kata Sansekerta karma. Ini didasarkan pada prinsip 'inga oho' (sebab-akibat), yang mengajarkan bahwa hasil dari tindakan seseorang harus diterima oleh orang yang melakukannya.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.