Peribahasa / Kotowaza
人を見て法を説け
Sesuaikan pesan atau ajaran dengan karakter dan tingkat pemahaman pendengar.
Lihatlah orangnya dan babarkan Hukumnya.
Jawaban Singkat
Sesuaikan pesan atau ajaran dengan karakter dan tingkat pemahaman pendengar.
- Gambaran Harfiah
- Lihatlah orangnya dan babarkan Hukumnya.
- Pembanding Inggris
- Suit the action to the word, the word to the action.
- Cara Memakai
- Digunakan dalam konteks pendidikan atau profesional untuk mengingatkan agar penjelasan disesuaikan dengan audiens, seperti menyederhanakan konsep sulit bagi pemula.
Arti
Peribahasa ini menasihati agar saat mengajar atau berbicara kepada orang lain, kita harus menilai kepribadian, pemahaman, dan situasi mereka. Dengan menyesuaikan cara penyampaian kepada individu tersebut, pesan akan menjadi lebih efektif. Hal ini menekankan pentingnya empati dan fleksibilitas dalam komunikasi yang berhasil.
Gambaran Harfiah
Lihatlah orangnya dan babarkan Hukumnya.
Padanan Inggris
Suit the action to the word, the word to the action.
Cara Memakai
Digunakan dalam konteks pendidikan atau profesional untuk mengingatkan agar penjelasan disesuaikan dengan audiens, seperti menyederhanakan konsep sulit bagi pemula.
Nuansa
Mencerminkan prinsip komunikasi yang disesuaikan dalam ajaran Buddha.
Contoh
子供に難しい言葉で説明しても伝わらない。人を見て法を説けというように、相手に合わせた言葉を選ぼう。
Menjelaskan sesuatu kepada anak-anak dengan kata-kata sulit tidak akan membuat pesan tersampaikan. Seperti kata pepatah, 'lihatlah orangnya dan babarkan Hukumnya'—kita harus memilih kata-kata yang sesuai dengan pendengar.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Menggunakan kata kerja dasar, namun pembacaan khusus 'nori' untuk 'hukum' dan bentuk imperatif klasik 'toke' memerlukan pengetahuan lanjutan.
人
ひと / hito
orang
見て
みて / mite
melihat / mengamati
法
のり / nori
Hukum / ajaran Buddha
説け
とけ / toke
berkhotbah / membabarkan
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Ini adalah nasihat bagi pembicara, bukan kritik terhadap kemampuan pendengar.
Risiko Keliru
Istilah 'nori' di sini secara spesifik merujuk pada ajaran atau metode, bukan undang-undang hukum.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Ungkapan ini berasal dari ajaran Buddha. Hal ini didasarkan pada konsep 'Taiki-seppo' (membabarkan hukum sesuai kapasitas), yang menjelaskan bagaimana Sakyamuni (Buddha) menyesuaikan ajarannya agar cocok dengan kapasitas intelektual dan situasi spesifik setiap pendengar. Dalam peribahasa ini, 'nori' (法) merujuk pada Hukum Buddha atau ajaran suci.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.