Peribahasa / Kotowaza
合わせ物は離れ物
Segala sesuatu yang telah disatukan pada akhirnya harus berpisah.
Benda yang disatukan adalah benda yang akan terpisah.
Jawaban Singkat
Segala sesuatu yang telah disatukan pada akhirnya harus berpisah.
- Gambaran Harfiah
- Benda yang disatukan adalah benda yang akan terpisah.
- Pembanding Inggris
- What is joined must part
- Cara Memakai
- Digunakan saat mengakui akhir dari sebuah hubungan atau kemitraan, menunjukkan bahwa perpisahan tersebut adalah hukum kehidupan yang tak terelakkan.
Arti
Ungkapan ini menggambarkan kenyataan bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak kekal. Sama seperti orang-orang yang bertemu dan bersatu, mereka pada akhirnya harus berpisah, mencerminkan prinsip dasar eksistensi menurut pemikiran Buddha.
Gambaran Harfiah
Benda yang disatukan adalah benda yang akan terpisah.
Padanan Inggris
What is joined must part
Cara Memakai
Digunakan saat mengakui akhir dari sebuah hubungan atau kemitraan, menunjukkan bahwa perpisahan tersebut adalah hukum kehidupan yang tak terelakkan.
Nuansa
Reflektif dan filosofis, berakar pada prinsip ketidakkekalan dalam ajaran Buddha.
Contoh
長年連れ添った夫婦も離れることになった。合わせ物は離れ物とはよく言ったものだ。
Pasangan yang telah hidup bersama selama bertahun-tahun pun akhirnya berpisah. Benar kata pepatah bahwa benda yang disatukan pada akhirnya akan terpisah.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Peribahasa ini menggunakan bentuk kata benda dari kata kerja (awase, hanare) dan menggambarkan konsep filosofis Buddha, meskipun struktur tata bahasanya sederhana.
合わせ物
あわせもの / awasemono
benda-benda yang disatukan; barang yang digabungkan
離れ物
はなれもの / hanaremono
benda-benda yang terpisah; barang yang menjauh
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Pastikan digunakan untuk memberikan perspektif tentang siklus alami, bukan untuk mengabaikan kesedihan seseorang dengan kasar.
Risiko Keliru
Jangan gunakan ini untuk menggambarkan benda mati yang pecah karena kecelakaan; ini merujuk pada perpisahan yang tak terelakkan dari hal-hal yang seharusnya bersama.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Peribahasa ini didasarkan pada konsep Buddha Shogyomujo (諸行無常), atau ketidakkekalan segala sesuatu. Ini mencerminkan prinsip hidup bahwa di mana ada pertemuan, di situ pasti akan ada perpisahan.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.