Peribahasa / Kotowaza
石に布団は着せられず
Tunjukkan bakti kepada orang tua selagi mereka masih hidup, karena perhatian setelah mereka wafat akan sia-sia.
Anda tidak bisa memakaikan futon pada batu.
Jawaban Singkat
Tunjukkan bakti kepada orang tua selagi mereka masih hidup, karena perhatian setelah mereka wafat akan sia-sia.
- Gambaran Harfiah
- Anda tidak bisa memakaikan futon pada batu.
- Pembanding Inggris
- Honor your parents while they are alive
- Cara Memakai
- Digunakan untuk menasihati orang lain agar memperlakukan orang tua mereka dengan baik selagi ada kesempatan, atau untuk mengungkapkan penyesalan mendalam karena tidak cukup berbakti sebelum orang tua wafat.
Arti
Tidak peduli seberapa besar keinginan Anda untuk merawat atau mencukupi kebutuhan seseorang setelah mereka meninggal, hal itu mustahil dilakukan. Peribahasa ini mengajarkan pentingnya memenuhi kewajiban dan menunjukkan kasih sayang kepada orang tua saat mereka masih hidup, karena upaya yang dilakukan setelah kematian mereka tidak lagi berguna.
Gambaran Harfiah
Anda tidak bisa memakaikan futon pada batu.
Padanan Inggris
Honor your parents while they are alive
Cara Memakai
Digunakan untuk menasihati orang lain agar memperlakukan orang tua mereka dengan baik selagi ada kesempatan, atau untuk mengungkapkan penyesalan mendalam karena tidak cukup berbakti sebelum orang tua wafat.
Nuansa
Bersifat menasihati dan suram, dengan nuansa moral.
Contoh
父が亡くなってから親孝行をしようと思っても、石に布団は着せられずだ。生前に何もできなかったことが悔やまれる。
Meskipun aku berpikir untuk berbakti setelah ayah tiada, Anda tidak bisa memakaikan futon pada batu. Aku menyesal tidak melakukan apa-apa untuk beliau saat masih hidup.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Mengandung akhiran klasik 'rarezu' (potensi negatif) dan metafora spesifik 'ishi' (batu) yang melambangkan orang yang sudah wafat.
石
いし / ishi
batu (melambangkan orang yang sudah wafat)
布団
ふとん / futon
futon/alas tidur
着せる
きせる / kiseru
mengenakan (pakaian/selimut) pada seseorang
られず
られず / rarezu
tidak bisa (akhiran negatif potensial klasik)
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Ungkapan ini membawa nada penyesalan atau instruksi moral yang berat; gunakan dengan hati-hati saat berbicara dengan seseorang yang baru saja kehilangan orang tua.
Risiko Keliru
Jangan menafsirkan ini sebagai instruksi harfiah tentang batu nisan; batu tersebut melambangkan orang tua yang sudah meninggal yang tidak lagi bisa merasakan kehangatan atau perhatian.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Dalam peribahasa ini, 'batu' (ishi) melambangkan orang yang sudah meninggal, yang dicirikan dengan sifat dingin dan tidak bergerak seperti batu nisan. Ini mengilustrasikan kesia-siaan mencoba memberikan kenyamanan atau perawatan, seperti memakaikan futon pada batu yang dingin, setelah seseorang wafat. Peribahasa ini berfungsi sebagai desakan untuk melatih bakti dan pengabdian selagi orang tua masih hidup.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.