Peribahasa / Kotowaza
恥の上塗り
Menumpuk rasa malu di atas kegagalan yang sudah ada saat mencoba menutupinya.
Mengoleskan lapisan atas rasa malu
Jawaban Singkat
Menumpuk rasa malu di atas kegagalan yang sudah ada saat mencoba menutupinya.
- Gambaran Harfiah
- Mengoleskan lapisan atas rasa malu
- Pembanding Inggris
- Adding insult to injury
- Cara Memakai
- Ungkapan ini digunakan ketika upaya seseorang untuk meminta maaf atau memperbaiki kesalahan justru menimbulkan rasa malu tambahan.
Arti
Menggambarkan situasi di mana upaya untuk memperbaiki atau menyembunyikan kesalahan justru berbalik merugikan dan menyebabkan rasa malu yang lebih besar. Ibarat mengoleskan lapisan cat kedua, kegagalan berikutnya menumpuk lebih banyak rasa malu di atas yang asli.
Gambaran Harfiah
Mengoleskan lapisan atas rasa malu
Padanan Inggris
Adding insult to injury
Cara Memakai
Ungkapan ini digunakan ketika upaya seseorang untuk meminta maaf atau memperbaiki kesalahan justru menimbulkan rasa malu tambahan.
Nuansa
Dapat digunakan secara kritis saat melihat pemulihan yang kaku dari orang lain atau secara merendah saat menggambarkan permintaan maaf sendiri yang gagal.
Contoh
謝罪の言葉が逆効果になってしまい、恥の上塗りになってしまった。
Kata-kata permintaan maaf saya justru berbalik merugikan, dan akhirnya saya malah menumpuk rasa malu demi rasa malu.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Kosakata 'haji' dan 'uwanuri' termasuk kurang langsung bagi pemula, dan penggunaan metafora dari terminologi kerajinan pernis memerlukan pemahaman idiomatik tertentu.
恥
はじ / haji
rasa malu; rasa hina
上塗り
うわぬり / uwanuri
lapisan atas; lapisan akhir cat atau pernis
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Berhati-hatilah saat menggunakan ungkapan ini kepada orang lain, karena dapat terdengar sangat tajam dengan menyoroti kegagalan ganda mereka.
Risiko Keliru
Peribahasa ini secara khusus merujuk pada penambahan rasa malu pada diri sendiri melalui tindakan selanjutnya, bukan sekadar situasi buruk yang memburuk.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Ungkapan ini berasal dari proses 'uwanuri', yang merujuk pada pengolesan lapisan akhir pernis (urushi) atau cat di atas lapisan sebelumnya. Peribahasa ini menggunakan citra pelapisan tersebut untuk menggambarkan bagaimana tindakan yang dimaksudkan untuk menutupi atau memperbaiki kesalahan justru dapat menghasilkan lapisan rasa malu kedua yang dioleskan di atas lapisan yang pertama.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.