Peribahasa / Kotowaza
朝鳶が鳴けば隣七軒出でがならぬ
Burung elang yang berteriak di pagi hari adalah tanda tradisional bahwa hujan akan datang, menyarankan orang untuk tetap di dalam rumah.
Jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga di tujuh rumah sekitar tidak boleh keluar.
Jawaban Singkat
Burung elang yang berteriak di pagi hari adalah tanda tradisional bahwa hujan akan datang, menyarankan orang untuk tetap di dalam rumah.
- Gambaran Harfiah
- Jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga di tujuh rumah sekitar tidak boleh keluar.
- Cara Memakai
- Digunakan saat mengamati alam untuk memprediksi hujan atau saat membahas ucapan tradisional terkait cuaca.
Arti
Peribahasa prediksi cuaca ini berakar pada pengamatan alam. Hal ini menunjukkan bahwa ketika burung elang (tobi) berteriak di pagi hari, itu menandakan hujan akan turun di kemudian hari, sehingga tidak bijaksana bagi orang-orang di lingkungan sekitar untuk pergi bekerja atau bepergian. Ini mewakili kebijaksanaan praktis nenek moyang yang mengandalkan perilaku hewan untuk meramalkan kondisi cuaca setempat.
Gambaran Harfiah
Jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga di tujuh rumah sekitar tidak boleh keluar.
Cara Memakai
Digunakan saat mengamati alam untuk memprediksi hujan atau saat membahas ucapan tradisional terkait cuaca.
Nuansa
Sastra dan penuh peringatan, mencerminkan kebijaksanaan leluhur.
Contoh
朝鳶が鳴けば隣七軒出でがならぬと祖母がいつも言っていたが、今日の朝も鳶の声がして、案の定午後から大雨になった。
Nenekku selalu berkata bahwa jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga tidak boleh keluar; benar saja, hujan turun deras siang ini setelah burung itu bersuara tadi pagi.
昔の人は「朝鳶が鳴けば隣七軒出でがならぬ」と言って、鳥の鳴き声で天気を読んでいた。
Orang zaman dulu biasa membaca cuaca melalui kicauan burung, dengan mengatakan, 'Jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga tidak boleh keluar'.
朝鳶が鳴けば隣七軒出でがならぬという言い伝えは、自然のサインを読む先人の知恵が詰まっている。
Ucapan 'Jika burung elang berteriak di pagi hari, tetangga tidak boleh keluar' penuh dengan kebijaksanaan nenek moyang yang membaca tanda-tanda alam.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Peribahasa ini panjang dan menggunakan negasi klasik 'naranu', serta nama burung tertentu dan idiom numerik.
朝
あさ / asa
pagi
鳶
とび / tobi
elang bondol / elang paria
鳴けば
なけば / nakeba
jika berteriak / bersuara
隣七軒
となりしちけん / tonari shichiken
lingkungan sekitar; tujuh rumah sekeliling
出でがならぬ
いでがならぬ / ide ga naranu
Tidak boleh keluar (bentuk klasik)
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Ini adalah ungkapan tradisi cuaca dan bukan pernyataan meteorologi ilmiah.
Risiko Keliru
Jangan artikan 'tujuh rumah' secara harfiah; dalam konteks ini, ini merujuk pada seluruh lingkungan atau komunitas lokal.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
'Tobi' (elang bondol) adalah burung pemangsa di seluruh Jepang. Dipercaya bahwa burung-burung ini peka terhadap perubahan tekanan atmosfer dan kelembapan, yang membuat mereka mengeluarkan teriakan khas sebelum hujan turun. 'Shichiken' (tujuh rumah) digunakan secara idiomatis untuk mengartikan lingkungan sekitar dan bukan hitungan rumah secara harfiah. Peribahasa ini adalah hasil pengamatan jangka panjang yang digunakan sebagai prakiraan cuaca tradisional.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.