Peribahasa / Kotowaza
仰いで天に愧じず
Hidup dengan hati nurani yang bersih, tidak memiliki rasa malu saat merenungkan tindakan sendiri.
Mendongak ke atas dan tidak malu di hadapan langit
Jawaban Singkat
Hidup dengan hati nurani yang bersih, tidak memiliki rasa malu saat merenungkan tindakan sendiri.
- Gambaran Harfiah
- Mendongak ke atas dan tidak malu di hadapan langit
- Cara Memakai
- Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menjalani hidup dengan integritas atau menyatakan bahwa hati nurani seseorang bersih terkait jalan hidup atau karier tertentu. Muncul dalam pidato formal atau refleksi sastra.
Arti
Ungkapan ini menggambarkan keadaan integritas penuh di mana perilaku seseorang sangat terhormat sehingga mereka tidak merasakan malu atau bersalah bahkan ketika menghadap langit. Ini menyiratkan bahwa tindakan pribadi dan publik sama-sama tidak bercela, memungkinkan seseorang hidup dengan semangat yang damai dan bangga.
Gambaran Harfiah
Mendongak ke atas dan tidak malu di hadapan langit
Cara Memakai
Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menjalani hidup dengan integritas atau menyatakan bahwa hati nurani seseorang bersih terkait jalan hidup atau karier tertentu. Muncul dalam pidato formal atau refleksi sastra.
Nuansa
Ekspresi formal dan bermartabat yang menyampaikan rasa karakter moral yang tinggi.
Contoh
長年誠実に働いてきた彼は、定年退職の挨拶で「仰いで天に愧じずと言える仕事人生でした」と述べた。
Setelah bekerja dengan tulus selama bertahun-tahun, dia berkata dalam pidato pensiunnya, 'Inilah karier di mana saya bisa mengatakan bahwa saya mendongak dan tidak merasa malu di hadapan langit.'
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Menggunakan akhiran negatif sastra 'zu' dan kanji formal '愧' (malu), menempatkannya pada tingkat bahasa Jepang formal tingkat atas.
仰いで
あおいで / aoide
mendongak ke atas
天
てん / ten
langit / surga
愧じず
はじず / hajizu
Tidak malu
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Karena ini mengklaim integritas yang sempurna, menggunakannya untuk diri sendiri dapat terdengar sangat sombong atau sangat bermoral tergantung pada konteksnya.
Risiko Keliru
Ini bukan sekadar tentang ketidakbersalahan secara hukum; ini merujuk pada keadaan spiritual yang lebih dalam dari kemurnian moral dan kejujuran.
Bisa Dicari Sebagai
Asal-usul
Berasal dari kata-kata filsuf Tiongkok Mencius (Mengzi): "Mendongak ke atas, aku tidak malu di hadapan langit; menunduk ke bawah, aku tidak malu di hadapan manusia" (仰いで天に愧じず、俯して人に愧じず / 仰不愧於天、俯不怍於人). Ini menggambarkan kebanggaan dan ketenangan pikiran yang ditemukan dalam kehidupan yang bersih dan berperilaku jujur.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.