KOTOWAZA.JEPANG.ORG

Peribahasa / Kotowaza

青は藍よりいでて藍より青し

BacaanあおはあいよりいでてあいよりあおしRomajiao wa ai yori idete ai yori aoshi

Murid atau pengikut yang melampaui kemampuan atau pengetahuan gurunya.

Biru berasal dari indigo dan lebih biru daripada indigo

Jawaban Singkat

Murid atau pengikut yang melampaui kemampuan atau pengetahuan gurunya.

Gambaran Harfiah
Biru berasal dari indigo dan lebih biru daripada indigo
Pembanding Inggris
The student surpasses the master
Cara Memakai
Digunakan untuk memuji atau mengakui murid, anak, atau bawahan yang telah mencapai tingkat penguasaan atau keberhasilan yang lebih tinggi daripada mentor atau pendahulunya.

Arti

Ungkapan ini menyoroti pertumbuhan dan pencapaian seorang pelajar. Hubungan antara guru dan murid diibaratkan seperti zat warna biru yang diambil dari tanaman indigo, namun menghasilkan warna yang lebih pekat dan hidup daripada tanaman itu sendiri. Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan murid yang akhirnya melebihi mentornya, atau anak yang melampaui orang tuanya.

Gambaran Harfiah

Biru berasal dari indigo dan lebih biru daripada indigo

Padanan Inggris

01
Sangat dekat✓ Ditinjau

The student surpasses the master

Cara Memakai

Digunakan untuk memuji atau mengakui murid, anak, atau bawahan yang telah mencapai tingkat penguasaan atau keberhasilan yang lebih tinggi daripada mentor atau pendahulunya.

Nuansa

positif dan hormat; dapat digunakan dengan rasa bangga oleh seorang guru atau orang tua.

Contoh

01

弟子が師匠を超える演奏を披露した。青は藍よりいでて藍より青しだ。

Murid menampilkan pertunjukan yang melampaui gurunya. Ini benar-benar kasus di mana 'biru lebih biru daripada indigo'.

02

教え子の活躍を見て、青は藍よりいでて藍より青しと誇らしく思った。

Melihat kesuksesan mantan murid saya, saya merasa bangga karena mereka telah melampaui saya.

03

子どもが親を超えていくのは青は藍よりいでて藍より青しで、喜ばしいことだ。

Adalah hal yang membahagiakan ketika anak-anak tumbuh melampaui orang tua mereka, seperti warna biru yang menjadi lebih pekat daripada tanaman indigo.

04

彼はかつての師匠を超える作品を生み出した。まさに青は藍より出でて藍より青しだ。

Dia menciptakan sebuah karya yang melampaui mantan gurunya; sungguh, sang murid telah menjadi sang ahli.

Catatan Belajar

Kosakata Kunci

Perkiraan LevelN2Keyakinan: Tinggi
Estimasi, bukan daftar resmi JLPT

Peribahasa ini menggunakan bentuk tata bahasa klasik seperti 'idete' dan akhiran kata sifat 'aoshi', beserta kosakata khusus seperti 'indigo' (ai).

あお / ao

biru; hijau

あい / ai

tanaman indigo; pewarna indigo

いでて

いでて / idete

keluar; muncul (bentuk klasik)

あおし

あおし / aoshi

adalah biru (bentuk terminal klasik)

Profil Pemakaian

SastrawiMerendahkan hatiMenenangkan

Catatan pemakaian: Meskipun positif, pastikan konteksnya adalah tentang pertumbuhan atau keterampilan yang sah, bukan sekadar kompetisi.

Risiko Keliru

Hindari menggunakannya untuk situasi yang tidak melibatkan dinamika guru-murid atau orang tua-anak; fokusnya adalah pada sumber dan turunannya.

Bisa Dicari Sebagai

青は藍よりいでて藍より青しあおはあいよりいでてあいよりあおしao wa ai yori idete ai yori aoshiaowaaiyoriideteaiyoriaoshiao-wa-ai-yori-idete-ai-yori-aoshi青は藍よりいでて藍より青し あおはあいよりいでてあいよりあおしao-ha-ai-yori-ideteai-yori-aoshiao ha ai yori ideteai yori aoshi

Kanji dalam Peribahasa

Peribahasa Terkait

Entri tersedia蛙の子は蛙kaeru no ko wa kaeruAnak-anak pasti menyerupai orang tuanya dalam karakter, kemampuan, dan gaya hidup.
Mirip氷は水より出でて水より寒し
Mirip出藍の誉れ
Miripトンビが鷹を生む
Mirip出藍の誉

Asal-usul

Berasal dari kata-kata filsuf Tiongkok, Xunzi. Menggunakan metafora zat warna yang diambil dari tanaman indigo (ai), yang melalui pemrosesan menjadi warna biru yang lebih hidup daripada tanaman aslinya, untuk menggambarkan seorang murid yang akhirnya melampaui gurunya.

📝Sumber Sejarah

Ungkapan ini berasal dari bagian 'Mendorong Pembelajaran' (Quanxue) dari Xunzi (荀子), sebuah teks Konfusianisme yang terdiri dari 20 volume yang disusun oleh Xun Kuang. Karya ini mengeksplorasi filsafat, etika, dan politik, dengan menggunakan 'ritual' (li) sebagai standar nilai inti. Karya ini menyajikan teori 'Xing'e', yang berargumen bahwa sifat dasar manusia adalah buruk, kontras dengan teori Mencius tentang kebaikan alami.

👤Tentang Xunzi

Xunzi (Xun Kuang) adalah seorang filsuf terkemuka dari periode Negara-Negara Berperang (c. 298–238 SM). Lahir di Zhao, ia bertugas di negara bagian Qi dan Chu. Ia mengikuti tradisi Konfusianisme tetapi menekankan peran pendidikan dan ritual untuk memperbaiki sifat manusia. Ajarannya mempengaruhi tokoh-tokoh penting seperti Han Fei dan Li Si, memberikan dasar bagi pemikiran Legalis di kemudian hari.

Index

Tema, Situasi, dan Tag

01

Tema

Pembelajaran dan KebijaksanaanKeberhasilan dan KegagalanHubungan Sosial
02

Situasi

Memuji UsahaMemberi Nasihat HidupMembandingkan Orang atau Hal
03

Tag

⚔️Hidup dan Kebijaksanaan Umum❤️Hubungan🎌Budaya Jepang

Catatan Sumber

Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.

Diterbitkan
2019-09-23
Diperbarui
2026-05-08
Sumber 1: tomomi965.comSumber 2: tomomi965.comSumber 3: tomomi965.comSumber 4: tomomi965.comTentang Sumber DataLaporkan Koreksi

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine