Peribahasa / Kotowaza
武士に二言は無い
Seseorang yang berintegritas tidak boleh menarik kembali kata-katanya atau mengubah janji yang telah dibuat.
Seorang samurai tidak memiliki kata kedua.
Jawaban Singkat
Seseorang yang berintegritas tidak boleh menarik kembali kata-katanya atau mengubah janji yang telah dibuat.
- Gambaran Harfiah
- Seorang samurai tidak memiliki kata kedua.
- Pembanding Inggris
- A man of his word.
- Cara Memakai
- Digunakan saat seseorang ingin menunjukkan tekad mereka atau membuktikan bahwa janji mereka tidak dapat dilanggar. Ini berfungsi sebagai penegasan bahwa pembicara akan menindaklanjuti apa yang telah mereka katakan.
Arti
Peribahasa ini menekankan bobot mutlak dari kata-kata yang diucapkan, berasal dari kode etik samurai di mana menarik kembali pernyataan adalah sumber rasa malu. Hal ini mengajarkan bahwa sekali komitmen dibuat, ia harus dipenuhi tanpa alasan atau perubahan, karena keandalan seseorang terikat pada kehormatan mereka.
Gambaran Harfiah
Seorang samurai tidak memiliki kata kedua.
Padanan Inggris
A man of his word.
Cara Memakai
Digunakan saat seseorang ingin menunjukkan tekad mereka atau membuktikan bahwa janji mereka tidak dapat dilanggar. Ini berfungsi sebagai penegasan bahwa pembicara akan menindaklanjuti apa yang telah mereka katakan.
Nuansa
Nadanya serius, tegas, dan penuh kehormatan, membawa beban sejarah dan tanggung jawab pribadi.
Contoh
武士に二言は無い、必ず明日までに仕上げてみせる。
Seorang samurai tidak akan menarik kata-katanya; saya pasti akan menyelesaikannya besok.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Struktur kalimatnya sederhana, tetapi menggunakan kosakata khusus seperti 'bushi' (samurai) dan 'nigon' (dua kata/penarikan kembali) yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
武士
ぶし / bushi
samurai; pejuang
二言
にごん / nigon
dua kata; bermuka dua; menarik kembali apa yang telah dikatakan
無い
ない / nai
tidak ada
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Menggunakan ini untuk hal-hal yang sangat sepele (seperti mengganti pesanan makan siang) bisa terkesan terlalu dramatis atau sinis.
Risiko Keliru
Jangan mengartikan 'dua kata' sebagai hitungan kata secara harfiah; ini mengacu pada tindakan mengatakan satu hal lalu kemudian mengatakan hal yang berbeda.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Peribahasa ini berakar pada semangat Bushido (jalan prajurit). Bagi seorang samurai, kata-kata seseorang dianggap seberat nyawa mereka sendiri, dan menarik kembali pernyataan atau melanggar janji dipandang sebagai sumber rasa malu yang luar biasa dan pelanggaran terhadap kode etik mereka.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.