KOTOWAZA.JEPANG.ORG

Peribahasa / Kotowaza

明日ありと思う心の仇桜

BacaanあすありとおもうこころのあだざくらRomajiasu ari to omou kokoro no adazakura

Jangan menunda-nunda, karena kejadian tak terduga dapat merampas kesempatan untuk bertindak besok.

Hati yang berpikir bahwa selalu ada hari esok bagaikan bunga sakura yang mungkin gugur dalam badai

Jawaban Singkat

Jangan menunda-nunda, karena kejadian tak terduga dapat merampas kesempatan untuk bertindak besok.

Gambaran Harfiah
Hati yang berpikir bahwa selalu ada hari esok bagaikan bunga sakura yang mungkin gugur dalam badai
Cara Memakai
Digunakan untuk memperingatkan terhadap penundaan atau untuk mengungkapkan penyesalan setelah kehilangan kesempatan karena ditunda.

Arti

Sama seperti seseorang yang menganggap bunga sakura masih akan mekar besok, namun badai tengah malam dapat menggugurkannya, hidup pun tidak dapat diprediksi. Peribahasa ini memperingatkan agar tidak menunda tugas atau kesempatan dengan berasumsi akan ada waktu di kemudian hari. Ini menekankan pentingnya saat ini dan mengambil tindakan segera karena keadaan dapat berubah tanpa peringatan.

Gambaran Harfiah

Hati yang berpikir bahwa selalu ada hari esok bagaikan bunga sakura yang mungkin gugur dalam badai

Cara Memakai

Digunakan untuk memperingatkan terhadap penundaan atau untuk mengungkapkan penyesalan setelah kehilangan kesempatan karena ditunda.

Nuansa

Bersifat instruktif dan peringatan, dapat digunakan saat merenungkan kerapuhan hidup atau bahaya rasa percaya diri berlebihan terhadap masa depan.

Contoh

01

試験勉強を『明日からやればいい』と思っていたら、気づけば前日になってしまった。明日ありと思う心の仇桜とはよく言ったもので、先延ばしは禁物だ。

Saya pikir saya bisa mulai belajar untuk ujian besok, tetapi tanpa disadari, hari ujian sudah tiba. Penundaan adalah jebakan; persis seperti yang dikatakan tentang bunga sakura yang mungkin sudah gugur besok.

02

長年会いたいと思っていた恩師が急逝してしまった。明日ありと思う心の仇桜、もっと早く連絡すればよかったと後悔している。

Guru yang sudah bertahun-tahun ingin saya temui meninggal secara tiba-tiba. Saya menyesal tidak menghubunginya lebih awal; seseorang tidak boleh berasumsi bahwa selalu ada hari esok.

03

体調が悪いのに『明日病院に行こう』と後回しにしていたら重症になってしまった。明日ありと思う心の仇桜という言葉の重みを身をもって感じた。

Saya terus menunda pergi ke dokter, berpikir akan pergi besok, dan kondisi saya menjadi serius. Saya merasakan beratnya peribahasa yang memperingatkan kita bahwa hari esok tidak pernah dijamin.

Catatan Belajar

Kosakata Kunci

Perkiraan LevelN2Keyakinan: Sedang
Estimasi, bukan daftar resmi JLPT

Meskipun kata-kata individualnya sebagian besar familiar, panjang frasa dan penggunaan metaforis 'adazakura' (bunga sakura yang fana) memerlukan tingkat pemahaman yang lebih tinggi.

明日

あす / asu

besok

思う

おもう / omou

berpikir

こころ / kokoro

hati/pikiran

仇桜

あだざくら / adazakura

bunga sakura yang fana

Profil Pemakaian

SastrawiPeringatanMenasihati

Catatan pemakaian: Karena terdengar cukup formal dan sastra, peribahasa ini mungkin terasa terlalu dramatis dalam situasi sehari-hari yang sangat santai.

Risiko Keliru

Jangan keliru menganggap ini sebagai peribahasa sederhana tentang menikmati bunga; ini adalah peringatan khusus terhadap penundaan tindakan penting.

Bisa Dicari Sebagai

明日ありと思う心の仇桜あすありとおもうこころのあだざくらasu ari to omou kokoro no adazakuraasuaritoomoukokoronoadazakuraasu-ari-to-omou-kokoro-no-adazakura明日ありと思う心の仇桜 あすありとおもうこころのあだざくらasuaritoo-mo-ukokoro-no-adazakuraasuaritoo mo ukokoro no adazakura

Kanji dalam Peribahasa

Peribahasa Terkait

Mirip諸行無常Konsep Buddhis bahwa segala sesuatu berada dalam keadaan perubahan terus-menerus dan tidak ada yang abadi.
Mirip思い立ったが吉日Ajaran bahwa begitu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, Anda harus segera mengambil tindakan.

Asal-usul

Peribahasa ini dikatakan berasal dari anekdot masa kecil Shinran Shonin (1173–1263), pendiri aliran Buddha Jodo Shinshu. Pada usia sembilan tahun, Shinran ingin menjadi biksu di Gunung Hiei. Ketika gurunya, Jien, menyarankan untuk menunggu hingga keesokan paginya karena hari sudah larut, Shinran menggubah sebuah puisi: 'Asu ari to omou kokoro no adazakura yohan ni arashi no fukanu mono ka wa' (Bunga sakura yang aku pikir akan ada besok mungkin akan gugur oleh badai tengah malam). Dia berargumen bahwa sama seperti bunga yang gugur, hidup itu rapuh dan dia harus ditahbiskan segera. Tergerak oleh wawasan anak tersebut, sang guru melaksanakan upacara tersebut malam itu juga.

Index

Tema, Situasi, dan Tag

01

Tema

Waktu dan KesempatanPerubahan dan KetidakabadianKewaspadaan dan Risiko
02

Situasi

Memperingatkan SeseorangMemberi Nasihat HidupMendorong Tindakan
03

Tag

⚔️Hidup dan Kebijaksanaan Umum⚠️Peringatan dan Kehati-hatian🧠Filsafat

Catatan Sumber

Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.

Diterbitkan
2026-03-15
Diperbarui
2026-05-08
Sumber 1: tomomi965.comSumber 2: tomomi965.comSumber 3: tomomi965.comTentang Sumber DataLaporkan Koreksi

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine