Peribahasa / Kotowaza
鞍上人なく鞍下馬なし
Keadaan di mana pengendara dan kuda bergerak dalam harmoni sempurna, atau seorang ahli yang menyatu dengan alatnya.
Tidak ada orang di atas pelana, tidak ada kuda di bawah pelana
Jawaban Singkat
Keadaan di mana pengendara dan kuda bergerak dalam harmoni sempurna, atau seorang ahli yang menyatu dengan alatnya.
- Gambaran Harfiah
- Tidak ada orang di atas pelana, tidak ada kuda di bawah pelana
- Cara Memakai
- Ungkapan ini digunakan untuk memuji penampilan atau demonstrasi keterampilan di mana orang dan peralatannya tampak menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Arti
Awalnya menggambarkan keadaan ideal dalam berkuda di mana pengendara dan kuda sangat sinkron sehingga mereka kehilangan identitas terpisah dan bergerak sebagai satu kesatuan. Sebagai perluasan, ini merujuk pada individu yang sangat terampil yang telah mencapai keadaan tanpa pamrih, mengoperasikan alat atau sarana mereka dengan integrasi total tanpa susah payah.
Gambaran Harfiah
Tidak ada orang di atas pelana, tidak ada kuda di bawah pelana
Cara Memakai
Ungkapan ini digunakan untuk memuji penampilan atau demonstrasi keterampilan di mana orang dan peralatannya tampak menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Nuansa
Sastra dan penuh apresiasi
Contoh
長年連れ添った愛馬と障害物競争に挑む彼の姿は、まさに鞍上人なく鞍下馬なしの境地で、見る者を圧倒した。
Pemandangan saat ia melewati rintangan bersama kuda kesayangannya yang telah menemaninya selama bertahun-tahun benar-benar menunjukkan keadaan 'tidak ada pengendara di atas, tidak ada kuda di bawah', memukau semua orang yang melihat mereka.
Catatan Belajar
Kosakata Kunci
Peribahasa ini menggunakan kosakata sastra (anjou, anka), peniadaan klasik (nashi), dan struktur simetris yang panjang yang memerlukan pengetahuan linguistik tingkat tinggi.
鞍上
あんじょう / anjou
di atas pelana; pengendara
鞍下
あんか / anka
di bawah pelana; kuda
なし
なし / nashi
Tidak ada; tidak eksis
Profil Pemakaian
Catatan pemakaian: Ini adalah ungkapan yang sangat formal dan bersifat sastra; menggunakannya dalam percakapan santai mungkin tampak terlalu dramatis.
Risiko Keliru
Jangan menafsirkan ini secara harfiah seolah-olah pengendara telah jatuh atau kudanya telah menghilang; intinya adalah koordinasi mereka begitu sempurna sehingga mereka tidak lagi dianggap terpisah.
Bisa Dicari Sebagai
Peribahasa Terkait
Asal-usul
Istilah 'Anjou' merujuk pada pengendara di atas pelana kuda, sedangkan 'Anka' (atau 'Ange') merujuk pada kuda itu sendiri. Peribahasa ini menggambarkan keadaan ideal dalam kemahiran berkuda kuno di mana pengendara tidak menyadari kudanya dan kuda tidak menyadari pengendaranya, karena harmoni mereka begitu lengkap sehingga perbedaan antara keduanya menghilang.
Index
Tema, Situasi, dan Tag
Tema
Situasi
Tag
Catatan Sumber
Dari mana data entri ini berasal? Tautan rujukannya tercantum di bawah. Untuk cara membaca bagian ini, lihat Sumber Data.